Mencakup pemahaman akan hak dan kewajibanwarga negara serta pengalaman nilai-nilai pancasila dan UUD 1945, jati diri bangsa merupakan identitas unik indonesia yang lahir dari sejarah dan kebhinekaan, sedangkan pembinaan kesadaran bela negara adalah proses menanamkan, sedangkan pembinaan kesadaran bela negara adalah proses menanamkan sikap dan perilaku cinta tanah air, rela berkorban dan kemampuan untuk melindungi kedaulatan negara, yang diwujudkan melalui pendidikan, latihan, serta partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.
kehidupan berbangsa dan bernegara adalah interaksi antar individu dalam suatu negara yang di dasarkan Pada nilai-nilai luhur yang didasarkan pada nilai-nilai luhur yang di sepakati bersama, seperti pancasila dan UUD 1945-
1.Jati diri bangsa adalah identitas yang membedakan suatu bangsa dari bangsa lain.
2.Indonesia memiliki jati diri yang lahir dari sejarah, budaya, bahasa, serta nilai-nilai luhur Pancasila.
3.Jati diri bangsa harus dijaga melalui sikap nasionalisme, cinta tanah air, dan kebanggaan terhadap warisan budaya.
1.Bela negara bukan hanya angkat senjata, tetapi juga menjaga persatuan, taat hukum, serta berkontribusi positif sesuai peran masing-masing.
2.Kesadaran bela negara ditumbuhkan melalui pendidikan, wawasan kebangsaan, dan penanaman nilai-nilai Pancasila.
3.Tujuannya adalah menyiapkan warga negara yang tangguh, bertanggung jawab, dan siap menghadapi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.
Materi 2 (Erisandy Yudhistira)
Tema : Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa.
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
1.Pengertian Literasi Keuangan
Literasi keuangan adalah kemampuan memahami, mengelola, dan mengambil keputusan terkait keuangan secara bijak, Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting agar dapat mengatur keuangan pribadi, menghindari perilaku konsumtif, serta mempersiapkan masa depan.
2.Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
I.Mengelola Keuangan Pribadi Sejak Dini
Mahasiswa biasanya mulai belajar hidup mandiri, jauh dari keluarga. Literasi keuangan membantu mereka mengatur uang saku, biaya kuliah, dan kebutuhan sehari-hari dengan lebih bijak.
II.Mencegah Masalah Finansial
Banyak mahasiswa terjebak dalam gaya hidup konsumtif, belanja berlebihan, atau berutang tanpa perhitungan. Pemahaman keuangan bisa mencegah masalah seperti hutang menumpuk.
III.Membangun Kemandirian Ekonomi
Dengan literasi keuangan, mahasiswa tidak terlalu bergantung pada orang tua. Mereka bisa belajar menabung, mencari sumber penghasilan tambahan, bahkan mulai berinvestasi kecil-kecilan.
IV.Mempersiapkan Masa Depan
Literasi keuangan menanamkan kebiasaan perencanaan jangka panjang, seperti dana darurat, tabungan setelah lulus, atau modal usaha. Ini penting agar siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah kuliah.
V.Meningkatkan Kesejahteraan dan Produktivitas
Mahasiswa yang teratur mengelola uang lebih tenang secara mental, sehingga bisa fokus belajar dan berprestasi tanpa terbebani masalah keuangan.
3.Strategi Penguatan Literasi Keuangan
$.Edukasi formal & non-formal: memasukkan materi keuangan dalam kurikulum, seminar, dan workshop.
$.Pemanfaatan teknologi: menggunakan aplikasi keuangan untuk pencatatan dan perencanaan anggaran.
$.Praktik langsung: melatih kebiasaan menabung, membuat anggaran bulanan, dan berinvestasi sederhana.
$.Pendampingan & komunitas: membangun kelompok diskusi atau mentoring keuangan di lingkungan kampus.
4.Manfaat Literasi Keuangan bagi Mahasiswa
^.Kesejahteraan finansial: mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani hutang.
^.Kemandirian ekonomi: tidak terlalu bergantung pada orang tua, serta memiliki persiapan dana darurat.
^Perencanaan masa depan: siap menghadapi tantangan setelah lulus, baik untuk karier maupun wirausaha.
^Pengendalian gaya hidup: lebih bijak dalam mengatur prioritas dan menghindari perilaku konsumtif.
Materi 3 : (Prof. Kacung Marijan, DRS.,MA., ph.D)
Tema : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
Profil Umum UNUSA
1.Afiliasi: UNUSA adalah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.
Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).
Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
2.Struktur Akademik:
I.Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):
II.Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.
III.Fakultas Kesehatan Masyarakat: S1 Kesehatan Masyarakat.
IV.Fakultas Ilmu Kesehatan: S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, Profesi Ners.
V.Fakultas Sains dan Teknologi: S1 Teknik Informatika, S1 Biologi.
VI.Fakultas Ekonomi dan Bisnis: S1 Manajemen, S1 Akuntansi.
VII.Fakultas Agama Islam: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Ekonomi Syariah, S1 Perbankan Syariah.
VIII.Fakultas Psikologi: S1 Psikologi.
IX.Fakultas Hukum: S1 Ilmu Hukum.
#Jenjang Pendidikan: Menawarkan program:
I.Sarjana (S1): Durasi 4 tahun (8 semester)
II.Profesi: Untuk bidang kesehatan (Dokter, Ners, Apoteker) setelah S1.
III.Diploma (D3): Durasi 3 tahun (6 semester), misalnya D3 Kebidanan.
3.Sistem Pembelajaran
Sistem Kredit Semester (SKS): Sistem utama di UNUSA, sesuai standar nasional.
1 SKS: Setara dengan 50 menit aktivitas per minggu selama 1 semester (16 minggu), mencakup tatap muka, tugas, ujian, dan studi mandiri.
Beban Studi: Rata-rata 20-24 SKS per semester untuk S1.
Kurikulum:Kurikulum Nasional: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Kurikulum Khas UNUSA: Mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan ke-NU-an (misal: mata kuliah Ke-NU-an, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dengan perspektif Aswaja) ke dalam berbagai program studi, termasuk non-keagamaan.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Implementasi program pemerintah untuk fleksibilitas pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, dll).
Metode Pembelajaran: Kombinasi:Tatap Muka (Offline): Kuliah, praktikum (khususnya kesehatan), diskusi. Blended Learning: Perpaduan offline dan online (menggunakan LMS seperti Moodle, Google Classroom, atau platform UNUSA). Student-Centered Learning: Mendorong partisipasi aktif mahasiswa, diskusi, presentasi, dan penelitian sederhana.
Penilaian:Berdasarkan:
UTS (Ujian Tengah Semester)
UAS (Ujian Akhir Semester)
Tugas Individu/Kelompok
Kehadiran & Partisipasi
Praktikum/Projek
Indeks Prestasi (IP): Skala 0.00 - 4.00.
4.Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Pendaftaran Umumnya mencakup:
Jalur Prestasi/Akademik: Bagi siswa dengan nilai rapor/UN yang tinggi.
Komentar
Posting Komentar